Epicurus salah satu tokoh masa Hellenisme menerangkan tentang Hedonisme, kesenangan tetap menjadi sumber norma. tidak hanya meliputi kesenangan jasmani. kesenangan jasmani pada akhirnya hanya menyebabkan rasa sakit, bagi Epicurus kesenangan adalah tidak ada rasa sakit bagi badan dan tidak ada kesulitan jiwa. Epicurus menmaknai hedon sebagai sebuah ketenangan jiwa, karena jiwa dapat mengatasi keterbatasan jasmani.
berbicara jiwa tetntu kita tak bisa melepaskan rasio atau akal sebagai inti dari jiwa tersebut. dalam mencapai kesempurnaan jiwa amaka akalpun arus berkembang dengan mengembangkan wacana atau pengetahuan. Dalam wacan pun tidak ada sebuah kepuasan ataupun titik tunggal karena dalam proses pewacanaan adalah proses dimana kita merangkum pandangan akan benda dan mempertentangkanya aleh karena itu tidak ada titik henti. lalu apa yang terjadi bila manusia menetapkan titik pemikiranya dan mendewakan sebuah teori masa lalu tanpa terus mencari argumen guna menenangkan pergolakan dalam wacan itu adalah sebuah hedonisme wacana. kenapa saya menyebutnya sebagai hedonisme waca karen kita hanya melihat salah satu wacana itu sebagai kebenaran. inilah kemunafikan kita dimana kita tidak lagi mencari tetapi hanya menerima dan menganggapnya hanya sebagai "Barang Jadi" tanpa menelaah proses terbentuknya. inilah hedonisme masakini dimana segala sesuatu hanya dilihat dan di maknai sebagai sebuah barang jadi. dalam mengembangkan pengetahuan atau wacana kita tidak ada sebuah titik kepuasan dan memuaskan karena kita tetap harus merasakan sakitnya mencari sebuah kebenaran dan kesenangan ketika ada sebuah pembuktian dari pengetahuan tersebut.
By. ::Mbah:: Rendra Cahya Scarface
Kamis, 11 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar