"Ini gue banget, nih" kata seorang teman memperlihatkan kaos bergambar group band luar negeri yang dipakainya. Kaos itu adalah hasilnya membeli lewat online, namun uang yang digunakan bukanlah miliknya, melainkan ia membeli pakaian tersebut memakai kartu kredit orang lain, alias carding.
Ilustrasi di atas bisa jadi merupakan hal lumrah bagi kita, sering kita temui di sekitar, dan tidak usah jauh-jauh, mungkin juga kita sendiri yang melakukannya. Di mana apa yang lagi trend dari negeri asing merupakan hal mewah, hal yang menakjubkan, membuat kita takjub untuk kemudian menjadikan kita bersegera diri menirunya.
Tidakkah kita menjadi miris, ketika seorang berperawakan Asia dengan hidung pesek, kulit kecoklatan, menggambarkan diri bagai sosok yang ada pada sebuah Band ternama yang berisi orang Anglosaxon, dan mengatakan dengan bangga "Ini gue banget, nih.." Apanya yang gue banget?
Bahwa hal yang demikian bagi kita sebagai orang muda merupakan sebuah kewajaran, meniru dan menjadikan apa yang bukan milik kita menjadi sebuah identitas diri. Namun tidakkah kita sedikit ingin lebih tahu, apa sih sebenranya yang ingin kita tiru? Konsep-konsep apa yang sebenarnya di balik yang kita tiru tersebut, sehingga kita menjadi latah untuk menirunya? Apakah jika kita telah mengetahui lebih dalam dan mengerti konsep-konsep di balik semua apa yang kita tiru tersebut, seterusnya masihkah kita akan memakainya sebagai sebuah identitas diri? Dan tidakkah kita bisa berbuat dan membuat sesuatu bagi identitas kita sendiri, sebuah identitas yang tidak meniru?
Apa komentarmu?
by anonymous
Kamis, 11 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar